Pali, Pointa.co.id - Suasana Hotel Srikandi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tampak berbeda pada Minggu (5/7/2026). Ruangan yang biasanya tenang, siang itu dipenuhi derap langkah dan diskusi hangat para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Hari itu, Majelis Daerah Kops Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten PALI menggelar agenda krusial: Musyawarah Daerah (Musda) ke-III.
Di balik riuhnya suasana musyawarah, sebuah keputusan besar lahir dari kesepakatan kolektif. Firdaus Hasbullah, sosok yang tak asing di kancah politik lokal PALI, resmi didaulat menjadi Ketua Umum MD KAHMI Kabupaten PALI periode 2026-2031 secara aklamasi.
Menakar Arah Baru, Mengokohkan Peran Strategis
Musda kali ini bukan sekadar pergantian tampuk pimpinan. Dengan mengusung tema "Revitalisasi Peran KAHMI Sebagai Mitra Strategis Pembangunan Dalam Mewujudkan Masyarakat Mandiri, Adil dan Sejahtera", para alumni HMI di PALI mencoba merefleksikan posisi mereka dalam pembangunan daerah.
Kehadiran jajaran penting, mulai dari Ketua DPRD PALI Ubaidillah, perwakilan Pemkab PALI melalui Staf Ahli, jajaran Polres PALI, hingga perwakilan MW KAHMI Sumsel dan Forhati Sumsel, menjadi bukti bahwa eksistensi KAHMI tetap menjadi perhatian serius bagi banyak pihak.
Aklamasi yang Menyejukkan
Dinamika pemilihan berlangsung cair. Nama Firdaus Hasbullah dan Efendi sempat mencuat ke permukaan sebagai kandidat kuat. Namun, suasana berubah menjadi lebih teduh saat Efendi, mantan Ketua Umum MD KAHMI sebelumnya, menyatakan tidak bersedia maju kembali. Ia memilih untuk memberikan ruang bagi estafet kepemimpinan baru.
Tak butuh waktu lama bagi pimpinan sidang untuk menguji suara forum. "Sepakat?" tanya pimpinan sidang. Serentak, gemuruh jawaban "Sepakat!" dari para peserta Musda menjadi legitimasi mutlak bagi Firdaus Hasbullah untuk menakhodai KAHMI PALI lima tahun ke depan.
Amanah Besar di Pundak Wakil Ketua DPRD
Bagi Firdaus Hasbullah, yang akrab disapa FH, jabatan ini bukan sekadar predikat atau simbol prestise. Dalam pidato perdananya, ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam, sekaligus kegelisahan positif akan tanggung jawab yang baru saja dipikulnya.
"Ini adalah amanah besar. Tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada anggota KAHMI, tetapi yang utama di hadapan Allah SWT," ujar FH dengan nada mantap.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD PALI ini tak lupa memberikan penghormatan bagi pengurus sebelumnya. Ia menyebut mereka sebagai arsitek yang telah meletakkan fondasi kuat, sehingga estafet kepemimpinan ini dapat berjalan dengan mulus.
Kekuatan Kolektif untuk PALI
FH memandang KAHMI bukan sekadar organisasi alumni. Ia melihat KAHMI sebagai "harta karun" intelektual dengan anggota yang tersebar di berbagai sektor; mulai dari akademisi, birokrat, hingga profesional lintas bidang.
"Kita punya modal sumber daya manusia yang mumpuni. Tugas saya adalah bagaimana merajut potensi ini menjadi kekuatan kolektif yang mampu melahirkan gagasan, solusi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah kita tercinta," pungkasnya.
Dengan nahkoda baru ini, harapan besar kini tertuju pada KAHMI PALI. Akankah organisasi ini benar-benar menjadi motor penggerak perubahan yang berdampak nyata bagi masyarakat di Bumi Serepat Serasan? Waktu dan kerja nyata akan menjawabnya.
